H. Akbar
Komunitas Pecinta Sedekah
Biasanya kita
sering mendengar tausiyah, ceramah, atau membaca buku yang mengupas
masalah sedekah, hal yang terngiang dalam otak dan benak kita adalah
sedekah itu harus dalam bentuk mengeluarkan uang, harta, atau apa saja
yang memiki nilai berharga.
Persepsi seperti itu masih saja setia menemani alam bawah sadar kita,
sampai detik ini. Padahal, Islam lewat tuntunan Al-Qur`an dan petunjuk
Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wassalam, memberi peluang untuk
seseorang dapat bersedekah meski tanpa materi.
Tentu saja, bagi yang merasa kaya ia tetap dianjurkan bersedekah
dengan hartanya sekaligus menambah pundi kebaikannya dengan melakukan
perkara-perkara lain yang bernilai sedekah tanpa harta.
Hanya saja, bagi yang belum mampu bersedekah dengan harta karena satu
dan lain hal, tidak perlu berputus asa, masih terbuka peluang dan
kesempatan seluas-luasnya dalam bersedekah.
Ada banyak bentuk-bentuk sedekah tanpa harta yang bisa jadi masih sedikit dari kita sudah mengetahuinya.
1. Melakukan kebaikanSegala
bentuk kebaikan yang kita lakukan dalam hidup ini merupakan termasuk
sedekah dan pelakunya akan mendapatkan pahala bersedekah. Dalam hal ini,
Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wassalam telah bersabda:
كل معروف صدقة
“Setiap kebaikan adalah sedekah.” (HR. Bukhari)
2. Bekerja dengan tanganMemenuhi
kebutuhannya dengan bekerja, menjemput rezeki, termasuk kategori
sedekah yang dengannya ia selain mendapat pahala juga terhindar dari
sikap bermalas-malasan atau berlepas tangan.
Bekerja dengan
tangan menjadi sedekah, setidaknya untuk dirinya sendiri, dan bisa pula
menjadi suatu manfaat bagi diri orang lain.
Oleh karena itu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wassalam telah mengatakan:
على
كل مسلم صدقة قالوا يا نبى الله فمن لم يجد قال يعمل بيده فينفع نفسه
ويتصدق قالوا فإن لم يستطع قال يعين ذا الحاجة الملهوف قالوا فإن لم يستطع
قال يأمر بالمعروف قال أرأيت إن لم يفعل قال يمسك عن الشر فإنها له صدقة
“Wajib
bagi setiap muslim bersedekah.”Mereka (para sahabat) bertanya: “Wahai
Nabi Allah, bagaimana kalau ada yang tidak sanggup? Beliau menjawab:
“Dia bekerja dengan tangannya sehingga bermanfaat bagi dirinya lalu dia
bersedekah.” Mereka bertanya lagi: “Bagaimana kalau tidak sanggup juga?”
Beliau menjawab: “Dia membantu orang yang sangat memerlukan bantuan.”
Mereka bertanya lagi: “Bagaimana kalau tidak sanggup juga?” Beliau
menjawab: “Hendaklah dia berbuat kebaikan (ma'ruf) dan menahan diri dari
keburukan karena yang demikian itu berarti sedekah baginya.”
3. Membantu orang lainDi
saat kita mempunyai kemampuan untuk membantu orang lain sekecil apapun
bantuan itu seperti membantu mendorong mobil yang mogok, membantu
membawakan barang dagangan orang lain, dan sebagainya, ini semua semua
adalah sedekah, sedekah dalam konteks membantu orang lain.
Tentunya
amalan membantu orang lain tetap harus dilandasi niat ikhlas karena
Allah SWT. Maka, semua bantu perbuatan yang dilakukan demi membantu
orang lain terhitung sebagai sedekah.
Nabi Muhammad telah bersabda:
يُعِينُ الرَّجُلَ فِى دَابَّتِهِ يُحَامِلُهُ عَلَيْهَا أَوْ يَرْفَعُ عَلَيْهَا مَتَاعَهُ صَدَقَة
“Membantu orang lain pada kendaraannya untuk membawanya atau mengangkut barangnya adalah sedekah.” (HR. Bukhari).
4. Amar Ma`ruf Nahi MunkarAmar
makruf dan Nahi Munkar termasuk sedekah. Amar ma`ruf berarti menyuruh
kepada kebaikan dan nahi munkar adalah mencegah terjadinya kemunkaran.
Seseorang yang melakukan hal demikian, sejatinya ia telah bersedekah di
jalan Allah.
Disebutkan dalam satu hadits:
وَأْمُرُكَ بِالْمَعْرُوْفِ وَنَهْيُكَ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَة
“Amar makruf dan nahi munkarmu adalah sedekah.” (HR. Timridzi dan Ibnu Hibban)
5. Perkataan yang BaikManakala
seseorang sudah berbicara yang baik, maka ia telah menunjukkan salah
satu manfaat dari keberadaannya sebagai manusia, sehingga berbicara
yang baik termasuk dalam kategori sedekah yang pada dasarnya setiap kita
bisa melakukannya. Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wassalam bersabda:
وَالْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ
“Perkataan yang baik adalah sedekah.” (HR. Bukhari dan Muslim).
6. Berlaku AdilManakala
kita bisa berlaku adil kepada orang lain dalam kehidupan ini, maka
kitapun termasuk orang yang bersedekah meskipun harta tidak kita miliki,
Rasulullah saw bersabda:
يَعْدِلُ بَيْنَ اْلإِثْنَيْنِ صَدَقَةٌ
"Berlaku adil antar dua orang adalah sedekah." (HR. Bukhari dan Muslim)
7. Mendamaikan Orang Yang Bermusuhan Permusuhan
antar seseorang atau kelompok tidak boleh kita biarkan terus
berlangsung, harus dilakukan upaya mendamaikan siapapun yang berselisih
dan bermusuhan. Bila ini kita lakukan, maka kitapun akan mendapatkan
salah satu dari sedekah yang paling utama, Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wassalam bersabda:
أَفْضَلُ الصَّدَقَةِ إِصْلاَحُ ذَاتِ الْبَيْنِ
“Sedekah yang paling utama adalah mendamaikan orang yang bermusuhan.” (HR.Thabrani dan Bazzar).
8. Salam dan SenyumSering
kita membaca atau mendengat bunyi iklan, “Salam, Senyum, dan Sapa.”
Jauh-jauh hari, Nabi telah “mengiklankan” perbuatan mulia berupa salam
dan dan senyum ini. Bukan hanya mengiklankan semata bahkan beliau
menjadikan kedua perangai ini sebagai bentuk sedekah yang bernilai
pahala bagi orang yang melakukannya.
Dalam satu hadits, Rasulullah SAW bersabda:
من الصدقة أن تسلم على الناس وأنت طلق الوجه
“Termasuk bagian sedekah adalah kamu memberi salam kepada orang lain dalam keadaan wajah berseri-seri.” (HR. Baihaqi).
9. Membimbing Orang yang TersesatBila
di jalan ada orang yang meminta diberi tahu tentang alamat atau lokasi
sebuah tempat, dan kita memang tahu maka kita harus menunjukkannya
dengan sejelas-jelasnya sehingga kitapun bisa memperoleh nilai sedekah
dari kebaikan yang kita lakukan itu.
Rasulullah SAW bersabda:
وَإِرْشَادُكَ الرَّجُلَ فِى أَرْضِ الضَّلاَلِ لَكَ صَدَقَة
“Bimbinganmu terhadap orang yang berada dalam kesesatan adalah sedekah.” (HR. Tirmudzi dan Ibnu Hibban).
10. Menyingkirkan Gangguan dari JalanMenyingkirkan
gangguan berupa sampah, kulit pisang, duri, tanah yang longsor, dan
beragam rintangan yang merintangai jalan publik, sekecil apapun itu,
bernilai sedekah.
Alangkah indahnya kehidupan ini, apabila setiap
orang memiliki kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan
masing-masing dari gangguan yang ada dengan membuang segala hal yang
mengganggu pejalan ke tempatnya. Tidak perlu menunggu datangnya Pasukan
Kuning, namun dengan kemauan diri sendiri untuk menyingkirkan gangguan,
hal itu sudah memberi andil dalam menyelamatkan orang lain dan sekaligus
bernilai sedekah.
Rasul Shallallahu 'alaihi Wassalam bersabda:
وَإِمَاطَتُكَ الْحَجَرَ وَالشَّوْكَةَ وَالْعَظْمَ عَنِ الطَّرِيقِ لَكَ صَدَقَة
“Menyingkirkan gangguan, batu, dan duri dari jalan merupakan sedekah bagimu.” (HR. Tirmidzi).
11. Memberikan AirAir
adalah sumber kehidupan. Dikatakan bahwa seseorang dapat bertahan tanpa
makan tapi akan muda mati bila hidup sekian hari tanpa air, apalagi di
musim kemarau seperti yang terjadi saat ini.
Memberikan air
kepada orang yang membutuhkan baik karena kehausan, kekeringan, kemarau
panjang, dan lain sebagainya, ini termasuk sedekah tanoa harta yang bisa
dilakukan oleh orang yang mempunyai air berlebih.
Rasul Shallallahu 'alaihi Wassalam menyebutkan hal ini dalam haditsnya:
وَإِفْرَاغُكَ مِنْ دَلْوِكَ فِى دَلْوِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ
“Menuangkan isi timbamu ke timba saudaramu adalah sedekah.” (HR. Tirmidzi).
12. Memberi SaranMember
saran yang baik, petunjuk yang tepat, dan pendapat yang mulia adalah
sedekah. Dalam kehidupan ada saja manusia yang terlanda permasalahan,
dari mulai masalah rumah tangga, pekerjaan, rencana pernikahan, dan
lain-lain.
Manakala yang bersangkutan meminta saran dan solusi
terbaik lalu kita memberikan pandangan kepadanya, ini termasuk sebagai
sedekah.
وَبَصَرُكَ لِلرَّجُلِ الرَّدِىءِ الْبَصَرِ لَكَ صَدَقَة
“Bimbinganmu untuk orang yang lemah pandangannya adalah sedekah bagimu.” (HR. Tirmidzi).
13. Melangkah ke MasjidLangkah-langkah
kaki kita tiap kali pergi ke masjid guna menunaikan ibadah shalat
adalah sedekah. Begitu pula, apabila kita pergi ke masjid dengan
menggunakan kendaraan roda dua atau empat, termasuk bagian dari sedekah.
Karenanya,
naïf sekali seseorang yang sudah tidak bersedekah dengan harta tidak
pula pergi ke masjid guna melaksanakan ibadah di dalamnya.
Perihal nilai sedekah bagi orang yang melangkah ke masjid, Nabi Shallallahu 'alaihi Wassalam mengatakan,
وَكُلُّ خُطْوَةٍ يَمْشِيهَا إِلَى الصَّلاَةِ صَدَقَة
“Setiap langkah yang diayunkan untuk pergi shalat adalah sedekah.” (HR. Bukhari-Muslim).
14. Dzikir Aktivitas
dzikir merupakan rangakaian ibadah kepada Allah SWT. Dalam Al-Qur`an
misalnya, kita diperintahkan untuk berdzikir di saat duduk, berdiri,
atau berbaring. Ketika kita berdzikir dengan lisan, selain dzikir dengan
amal dan hati, saat itu pula lantunan dzikir kita merupakan sedekah di
sisi Allah.
Bersedekah lewat dzikir dapat dilakukan oleh orang
kaya mauapun miskin, sehingga orang kaya tidak hanya mencukupkan diri
dengan sedekah harta sementara orang miskin tidak berkcil hati sebab
iapun tetap bisa bersedekah dengan dzikir itu sendiri.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wassalam bersabda:
يُصْبِحُ
عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ
صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ
وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ
عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ
يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى
“Setiap pagi semua anggota badan
masing-masing dari kalian wajib disedekahi. Setiap kali tasbih adalah
sedekah, setiap satu kali tahmid adalah sedekah, setap satu kali tahlil
adalah sedekah dan setiap satu kali takbir adalah sedekah. ‘Amr ma’ruf
pun sedekah dan mencegah kemungkaran pun sedekah. Semua itu terpenuhi
dengan dua rakaa’at shalat dhuha.” (HR. Muslim).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar